Karya Siswa

Dampak Game Online Terhadap Anak

Dampak Game Online terhadap anak bisa berdampak postif ataupun negatif. Masa anak-anak adalah masa bermain, bermain dan bermain. Anak-anak tetap belajar dan bermain karena itulah gaya hidup dan cara mereka dalam menikmati hidupnya. Namun, meskipun begitu, peran orang tua juga sangat berpengaruh untuk memperhatikan dampak yang akan terjadi pada anak atas apa yang mereka gunakan untuk bermain.

Disini kami akan mencoba untuk memberikan beberapa hal tentang dampak terhadap anak yang bermain dengan Game Online yang saat ini sedang menjamur dikalangan anak-anak di Indonesia.

Apakah Game online itu? Game Online adalah game yang bersifat dunia maya. Gamers, selain dapat menikmati permainan gamenya, dia juga dapat berinteraksi dengan pemain lainnya. lalu apa dampaknyapada anak? Dampak dari setiap kegiatan pasti ada pengaruh positif maupun pengaruh negatifnya, begitu juga dengan Game Online.

Berikut ini beberapa dampak Positif dan Negatif dari game Online:

Dampak Positif

  • Seorang Gamers, biasanya lebih memiliki fokus yang lebih terhadap apa yang terjadi disekelilingnya.
  • Seorang Gamers mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama.
  • Game dapat digunakan sebagai pengalih perhatian yang ampuh bagi yang sedang menjalani perawatan yang menimbulkan rasa sakit, misalnya chemotherapy.
  • Para Gamer dapat menguasai komputer dengan baik dan dapat memiliki lebih banyak teman.

Dampak Negatif

  • Game Online juga bisa menjadi Candu, dan para Gamers yang kecanduan bisa lupa waktu. Pada anak yang belum memiliki penghasilan sendiri, terkadang berani mengambil uang milik orang tuanya hanya untuk bermain Game, dan berani untuk melakukan tindakan kriminal hanya untuk memuaskan hasratnya untuk bermain.
  • Pada anak sekolah, lebih mementingkan bermain game ketimbang sekolah. Hal ini terbukti dengan banyaknya anak sekolah yang membolos sekolah hanya untuk bermain Game.
  • Dapat menyebabkan kerusakan pada mata, karena terlalu sering dan lama berada didepan layar monitor.
  • Kurang dalam bersosialisasi karena lebih sering berhadapan dengan dunia maya. Terlalu hanyut dan terbawa suasana dalam dunia maya.

Meskipun Game Online memiliki banyak pengaruh positif dan juga memiliki banyak manfaat, namun tetap diperlukan perhatian lebih dari orang tua terutama pengawasan, karena dampak negatif yang pada anak terbilang sangat mengkhawatirkan. Anak-anak cenderung mudah terpengaruh dengan hal-hal yang sebenarnya belum diketahui apakah hal tersebut baik atau buruk.

http://forum.kompas.com/kesehatan/234693-dampak-game-online-pada-anak.html

Tugas Perkembangan dan Persiapan Masuk Sekolah Dasar

Setiap orangtua pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Anak yang sehat, pandai, ceria dan berprestasi adalah dambaan setiap ayah dan bunda. Setiap anak adalah bintang, maka tugas orangtua adalah memberikan stimulasi yang optimal untuk membuat bintang tersebut memancarkan kilaunya. Menciptakan proses belajar yang menyenangkan dengan menghargai setiap proses yang terjadi, bukan berfokus pada hasil belajar. Salah satu fenomena yang banyak kita jumpai di masyarakat adalah “kewajiban” bisa membaca dan menulis bagi anak-anak yang akan masuk sekolah dasar. Proses pembelajaran bagi mereka pun difokuskan untuk BISA membaca dan menulis. Bahkan tidak sedikit pula sekolah dasar yang memberikan tes seleksi masuk berupa tes membaca dan menulis. Artinya BISA membaca dan menulis menjadi ukuran kemampuan anak untuk masuk ke sekolah dasar.

Mengoptimalkan perkembangan anak, ada yang tidak bisa diabaikan yaitu tugas perkembangan anak. Havighurst menyebutkan bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang ada pada setiap masa perkembangan dan harus selesai pada masa perkembangan tersebut. Apabila tugas perkembangan tidak selesai atau tidak tuntas, maka akan menghambat tugas perkembangan di masa selanjutnya. Misalnya, tugas perkembangan bayi adalah merangkak, jika tugas ini belum dapat tercapai atau tidak tuntas maka akan menghambat tugas perkembangan berikutnya yaitu berdiri, berjalan, dan berlari. Contoh yang lain tugas perkembangan remaja adalah mengenal lawan jenis, apabila tugas ini tidak tercapai pada masa remaja maka akan menghambat tugas perkembangan di masa selanjutny, dewasa, yaitu memiliki pasangan, menikah, dan membentuk keluarga. Mengenal huruf dan mempersiapkan diri untuk membaca adalah tugas perkembangan anak usia 4-6 tahun. Jadi targetnya bukan BISA membaca, namun mengenal huruf dan belajar membaca. Apabila pada usia tersebut anak sudah bisa membaca dan menulis,maka hal ini merupakan prestasi dari perkembangannya, tetapi yang perlu ditekankan prestasi tersebut bukan karena proses paksaan. Menjelang persiapan tahun ajaran baru ini, mari ayah dan bunda lebih bijaksana lagi ketika anak kita akan masuk sekolah dasar. Lebih bijak jika ayah dan bunda membantu anak untuk siap masuk SD di tahun ajaran baru nanti misalnya dengan melatih kemandiriannya dan memulai aktifitas belajar sambil duduk di kursi dan meja untuk waktutertentu secara bertahap sehingga anak belajar untuk menyesuaikan diri di kelas yang cenderung tidak banyak aktifitas fisik, tidak seperti kelas di taman kanak-kanak yang masih cenderung bebas. Ayah dan bunda dapat melatih anak untuk mengenal huruf dan belajar membaca, namun lebih berfokus pada prosesnya bahwa anak mau dan semangat belajar membaca, bukan pada hasil BISA membaca.

10 Trik agar Belajar Anda Efektif

KOMPAS.com - Mungkin ada yang memercayai bahwa kesuksesan dalam belajar datang dengan sendirinya. Tak salah memang, ketika ada yang meraih kesuksesan dalam studinya, padahal ia terlihat tidak melakukan usaha yang sangat keras. Akan tetapi, kebanyakan pelajar justru meraih kesuksesan dengan mengembangkan dan mengaplikasikan kebiasaan belajar yang efektif? Nah, 10 trik berikut ini mungkin bisa jadi panduan bagi Anda yang tengah mencari cara terbaik dalam belajar.

1. Jangan mencoba untuk memaksakan belajar dalam satu sesi

Biasanya, para pelajar yang sukses selalu meluangkan waktu belajarnya lebih pendek dan jarang memaksakan mempelajari seluruhnya dalam satu atau dua sesi. Kuncinya, belajarlah dengan konsisten dan lakukan secara reguler meskipun dalam waktu singkat.

2. Rencanakan saat Anda akan belajar

Jika ingin sukses dalam belajar, susunlah jadwal dengan waktu yang spesifik selama sepekan. Dan cobalah untuk tegas dengan jadwal yang telah Anda buat. Mereka yang belajar secara sporadis, biasanya tidak berperforma sebaik pelajar yang telah mengatur waktu belajarnya dengan disiplin.

3. Belajarlah pada waktu yang sama

Tidak hanya apakah penting untuk merencanakan jadwal kapan harus belajar, tetapi, Anda juga belajar untuk konsisten dengan rutinitas belajar harian. Ketika Anda belajar pada waktu yang sama setiap hari dan setiap minggu, maka hal itu akan menjadi bagian yang rutin dalam kehidupan Anda. Secara mental dan emosional, Anda akan lebih mempersiapkan diri saat sesi belajar tiba dan tentunya lebih produktif.

4. Setiap kegiatan belajar harus memiliki tujuan yang spesifik

Menganggap sederhana belajar tanpa arahan yang jelas tidak akan efektif. Anda perlu tahu dengan jelas apa yang Anda butuhkan dalam setiap kesempatan belajar. Sebelum mulai belajar, aturlah tujuan dari belajar yang Anda lakukan. Hal ini akan mendukung tujuan akademik secara keseluruhan.

5. Jangan pernah menunda belajar

Adalah hal yang sangat mudah umum untuk membatalkan sesi belajar yang telah Anda rencanakan karena tidak tertarik dengan bidang studi, atau Anda memiliki hal lain yang harus dilakukan, atau karena tugas yang diberikan sangat sulit untuk dikerjakan.

Pelajar yang berhasil tidak pernah menunda waktunya untuk belajar. Jika Anda melakukannya, kegiatan belajar Anda menjadi tidak efektif dan Anda tidak akan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Penundaan juga akan menimbulkan kekacauan dan menjadi penyebab nomor satu dari kegagalan.

6. Mulailah dengan pelajaran yang paling sulit

Tugas atau pelajaran yang paling sulit akan membutuhkan usaha, mental, dan energi yang paling besar. Anda sebaiknya memulai dengan hal ini. Sekali Anda bisa menyelesaikan tugas yang paling berat ini, akan lebih mudah untuk menyelesaikan sisanya. Percaya atau tidak, memulai dengan pekerjaan yang paling sulit akan membawa peningkatan yang sangat besar bagi keefektifan sesi belajar dan performa akademis Anda.

7. Selalu review catatan Anda sebelum mulai mengerjakan tugas

Hal yang pasti, sebelum Anda dapat mereview catatan yang dimiliki, maka Anda harus memiliki catatan tersebut. Pastikan bahwa Anda selalu membuat catatan yang baik selama di kelas. Sebelum memulai setiap sesi belajar dan mengerjakan tugas utama yang harus diselesaikan, pastikan Anda tahu bagaimana mengerjakannya dengan benar.

8. Pastikan tidak ada gangguan selama belajar

Carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Ketika Anda terganggu saat belajar maka itu akan membuyarkan konsentrasi dan kegiatan belajar menjadi tidak efektif.

9. Manfaatkan kelompok belajar dengan efektif

Pernah mendengar pepatah, "Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?". Pepatah ini bisa jadi benar untuk diterapkan dalam kegiatan belajar. Belajar secara kelompok akan membawa sejumlah keuntungan, diantaranya, mendapatkan bantuan dari pelajar lainnya saat Anda berjuang untuk memahami sebuah konsep, menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, dan berbagi pengetahuan dengan pelajar lain yang akan membantu mereka dan diri Anda sendiri untuk menginternalisasi persoalan. Tetapi, kelompok belajar akan menjadi tidak efektif ketika tidak terstruktur dan anggota grup minim persiapan.

10. Review catatan, tugas, dan materi lainnya setiap akhir pekan

Pelajar yang sukses biasanya selalu mereview apa yang telah mereka pelajari selama seminggu di setiap akhir pekan. Cara ini akan membuat mereka mempersiapkan diri lebih baik untuk melanjutkan pembelajaran konsep-konsep baru pada pekan berikutnya.

3 Gaya Belajar Anak

Anda sadari atau tidak, ketika belajar, masing-masing anak punya gaya yang belum tentu sama. Oleh karena itu, jangan buru-buru menudingnya malas belajar bila nilainya di sekolah menurun. Mungkin penyebabnya karena dia "dipaksa" belajar dengan cara yang bukan gayanya. Coba simak gaya belajar mereka di bawah ini, dan lihat bagaimana hasil belajar mereka dengan gaya tersebut.

1. GAYA BELAJAR AUDITORI (pendengaran) Kaitannya dengan proses belajar menghafal, matematika dalam hal mengerjakan soal cerita, membaca, dan mengerti isi bacaan.

Ciri pada anak:

    • Mudah ingat dari apa yang didengarnya, mudah mengingat apa yang didiskusikan.
    • Tak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut.
  • Senang dibacakan atau mendengarkan.
  • Lebih suka menuliskan kembali sesuatu, senang membaca dengan suara keras, dan pandai bercerita.
  • Bisa mengulangi apa yang didengarnya, baik nada, irama, dan lainnya.
  • Lebih suka humor lisan ketimbang baca buku.
  • Senang diskusi, bicara atau menjelaskan panjang lebar.
    • Menyenangi seni musik.

Kendala pada anak:

Sering lupa apa yang dijelaskan guru, sering lupa membuat tugas yang diinstruksikan guru secara lisan, kerap keliru mengerjakan seperti yang diperintahkan guru, dan kesulitan mengekspresikan apa yang dipikirkan.

2. GAYA BELAJAR VISUAL (penglihatan) Berkaitan dengan proses belajar, seperti matematika (geometri), serta bahasa Mandarin dan Arab atau yang berkaitan erat dengan simbol dan letak-letak simbol. Perbedaan letak simbol bisa berpengaruh karena terjadi perbedaan bunyi.

Ciri pada anak:

    • Lebih mudah ingat dengan cara melihat.
  • Tidak terganggu oleh suara ribut saat belajar.
  • Lebih suka membaca.
  • Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada menjelaskan.
  • Tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
  • Tertarik pada seni seperti lukis, pahat, gambar daripada seni musik.
    • Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain.

Kendala pada anak:

Utamanya dalam visual motor, seperti terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan sehingga tak terbaca.

3. GAYA BELAJAR KINESTETIK (gerak) Kaitannya dengan proses belajar yang membutuhkan banyak gerak, semisal pelajaran olahraga dan percobaan-percobaan sains.

Ciri pada anak:

    • Lebih banyak menggunakan bahasa tubuh.
  • Menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik.
  • Ketika membaca, menunjuk kata-katanya dengan jari tangan.
  • Kalau menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
  • Belajar melalui praktik langsung atau dengan manipulasi (trik, peraga).
  • Banyak gerak fisik dan punya perkembangan otot yang baik.
    • Menanggapi perhatian fisik.

Kendala pada anak:

Anak cenderung tidak bisa diam. Anak dengan gaya belajar seperti ini tidak bisa belajar di sekolah-sekolah yang bergaya konvensional di mana guru menjelaskan dan anak duduk diam. Anak akan lebih cocok dan berkembang bila di sekolah dengan sistem active learning, di mana anak banyak terlibat dalam proses belajar. Nah, yang mana gaya belajar anak Anda?

Konseling di Detection... Heeum... Seru yaah!

Konseling yang dilakukan di Detection dikemas secara fun. Interaksi yang dibangun antara psikolog dengan klien tidak hanya secara verbal namun juga diselingi dengan aktifitas ringan dengan permainan yang menyenangkan. Berikut adalah beberapa alat bantu ataupun fasilitas yang digunakan dalam konseling di Detection sehingga konseling terasa menyenangkan:

  • Poster-poster dengan gambar yang bisa dibongkar pasang adalah salah satu alat bantu dalam konseling. Poster tempel yang merupakan hasil kreasi tim Detection ini digunakan dalam interaksi konseling, klien diajak untuk mengenali gaya belajar yang sesuai dengan dirinya. Klien akan diminta memilih dan menempelkan kartu bergambar yang menurutnya sesuai dengan masing-masing jenis gaya belajar.
  • Papan catur digunakan dalam konseling untuk mengetahui persepsi anak terhadap diri dan lingkungan sekitarnya. Konselor akan mengajak anak bermain peran dengan bidak-bidak catur. Anak bebas menentukan cerita yang ia mau dan memilih masing-masing peran pada bidak-bidak catur. Konselor akan mengobservasi bagaimana anak memilih dan menempatkan bidak-bidak catur sesuai perannya.
  • Detection tidak hanya dijalankan dengan kaidah psikologi yang benar, namun juga didukung oleh sistem multimedia terkini. Dalam konseling, konselor juga dapat menggunakan smartboard untuk memutar video motivasi bagi klien, berselancar di dunia maya bersama dengan klien mencari topik-topik yang berkaitan dengan situasi klien. Smartboard membantu dalam persepsi visual klien sehingga lebih mudah memahami materi konseling yang dipandu oleh konselor .

Belajar itu menyenangkan lo ^_^

Belajar itu menyenangkan lo ^_^

Belajar sebenarnya menyenangkan lo.. sama-sama menyenangkan seperti saat bermain. Ah.. Masa sih?? Belajar itu membosankan tahu... harus duduk diam, menulis di buku putih yang ga menarik ... Harus membaca buku yang isinya tulisan doang, bosaaaan. Apalagi nih ya kalo suruh belajar matematika ... aduuh ampun deh, pusing ... ribet. Heeuum ... Jika mencoba berempati pada kondisi anak, barangkali kalimat-kalimat seperti itu yang akan muncul ketika mereka diajak bicara tentang belajar. Gimana ya supaya belajar itu menyenangkan? Berikut tipsnya:

- Hadirkan suasana belajar yang disukai anak. Tempel gambar-gambar atau poster yang ceria dan menyenangkan di tempat belajar.

- Belajar bisa dilakukan dimana saja, tidak kaku , duduk di kursi dan menghadap meja. Sesekali belajar di luar ruangan mengamati tumbuhan, belajar mengenal huruf nama toko di depan rumah misalnya, atau mengenal prinsip fotosintesis pelajaran biologi dengan mengamati langsung tanaman di halaman rumah atau sekolah.

- Ajak anak memilih media belajar yang akan digunakan untuk mempermudah pemahamannya. Misalnya memilih gambar yang sesuai dengan pelajaran IPA, mengumpulkan sendok es krim dan memberi warna untuk alat bantu belajar matematika, dll.

- Beri "hadiah" atas kesediaannya belajar dan bekerja sama memilih media belajar, misalnya dengan pujian: "Wah, Mas Raka hebat mau belajar perkalian bersama Bunda dengan sendok es krim" atau dengan pelukan: " Terima kasih ya Nak, sore ini sudah bersikap manis mau belajar membaca dengan ayah " Selamat mencoba yaah ^_^

(Ratri Kartikaningtyas- Psikolog DetectIONs)

Kegiatan


Top